Aku mau cerita sedikit tentang novel ini karena menurutku novel ini baguuuuus banget dan recommended banget buat dibaca terutama sama remaja-remaja.

Novel ini terakhir aku baca waktu SMA. Itu pun saking bagusnya aku udah baca buku ini berkali-kali dan nggak bosen. Terus setelah sekian tahun, aku jadi kangen baca-baca novel lama. Apalagi sekarang entah kenapa jadi nggak tertarik sama novel-novel baru yang beredar di pasaran. Nyari karya dari penulis novel kesukaan yang dulu pun susah dan mungkin mereka sekarang juga sudah sibuk dengan kehidupannya masing-masing.

Aku awalnya beli novel ini karena penulisnya. Orizuka ini salah satu penulis novel favoritku. Soalnya karya-karyanya tuh relate banget sama kehidupan sehari-hari, terutama buat remaja yang notabene waktu itu aku masih remaja. Jadi akhirnya setiap ada novel karyanya Orizuka, aku pasti beli. Novel-novelnya tuh ringan buat dibaca, tapi pesan-pesan yang mau disampaikan itu mengena dan nggak melulu cinta-cintaan. Dan dari seluruh karyanya, menurutku ini yang paling the best!

Di novel ini, dia menceritakan kehidupan sekolah, yang kurang umum dibahas, yaitu sekolah pinggiran yang lebih dikenal sebagai (mohon maaf) sekolah buangan. Gimana kehidupan siswa-siswa di sana dan diceritakan juga kehidupan pribadi dari beberapa siswa yang bersekolah di sana yang notabene punya berbagai macam latar belakang.

Mulai dari yang ayahnya napi, mereka yang kurang beruntung dalam masalah finansial, mereka yang bekerja menjadi PSK, serta yang berlawanan dari itu yaitu anak pejabat dan anak orang kaya yang kerja di luar negeri.

Di sini diceritakan gimana anak-anak yang dicap berandalan itu punya alasan sendiri kenapa mereka bisa memilih untuk menjadi anak berandalan. Salah satunya adalah ketua geng di SMA itu yang ternyata dulunya nggak seperti image yang dia bangun semasa SMA. Gimana dia hidup dengan segala derita masa lalu yang ditanggungnya, terlebih lagi setelah Ferris yang punya kaitan erat dengan masa lalunya pindah ke SMA yang sama dengan dia.

Hari-harinya berjalan seperti biasa sampai ada seorang siswi baru yang pindah ke SMA itu. Namanya Yasmine. Yasmine sendiri pindahan dari Amerika. Dia sendiri kaget setelah melihat sekolahnya yang baru karena berbeda dengan apa yang diceritakan ayahnya.

Dalam novel itu tokoh utamanya adalah Nino, si ketua geng. Gimana dia hidup sebagai ketua geng di sekolah, apapun perkataannya dituruti oleh semua siswa, bahkan guru pun nggak berani menentangnya. Gimana ternyata kehidupannya dia di luar sekolah berbanding terbalik, dia begitu menderita, menahan rasa sakit dari pengkhianatan yang dia alami di masa lalunya yang membuatnya membenci orang-orang yang mengkhianatinya, termasuk jika ada anak-anak di sekolahnya yang mengisap obat-obatan terlarang. Baginya, siswa-siswa yang mengisap obat-obatan terlarang adalah pengkhianat.

Nino yang nggak pernah percaya siapapun, menjadi orang yang tertutup, akhirnya pada suatu malam, menjadi orang yang terbuka. Ia menceritakan kisahnya pada Yasmine dan mulai berharap ia bisa mempercayai Yasmine. Karena kejadian  malam itu, perangai Nino mulai berubah, yang dulunya dingin, jadi lebih bisa berekspresi dan kadang bisa jadi salah tingkah.

Ferris yang pindah dua tahun yang lalu ke SMA itu ternyata membawa misi sendiri dan salah satunya berhubungan dengan Nino. Butuh waktu untuk Ferris meluluhkan Nino, supaya Nino mau memaafkannya atas kejadian di masa lalu. Ketika akhirnya misi-misinya yang terasa mustahil mulai tercapai seperti mimpi, apa yang di hadapannya menghancurkan semuanya. Sekolah mereka diserang oleh geng sekolah bebuyutannya yang ternyata kali ini sudah bergabung dengan geng-geng besar lain. Akhirnya terjadilah tawuran yang memakan korban. Seorang guru mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan seorang siswi yang akan ditusuk oleh ketua geng lain. Hal itu membuat Nino marah dan menghajar ketua geng lain itu namun juga membuatnya terkepung dan tak bisa berkutik terlebih lagi dengan luka-luka yang ada di tubuhnya.

Novel ini bener-bener bikin emosi naik turun walaupun nggak terkuras habis. Kita sebagai pembaca jadi ikut ngerasain apa yang lagi dirasain sama tokoh-tokohnya. Gimana kerasnya kehidupan yang mereka jalani, gimana keadaan memaksa mereka  untuk melakukan hal yang seharusnya nggak mereka lakukan dan satu-satunya tempat yang membuat mereka merasa hidup seperti remaja pada umumnya hanyalah sekolah.

Endingnya pun sukses bikin aku nangis waktu pertama kali baca, karena sedih, karena terharu juga.

"Everything happens for a reason", salah satu kutipan dari novel ini yang aku suka. Ngingetin kita kalau apa yang terjadi di hidup kita emang harus disyukuri karena semua itu pasti ada alasan di baliknya. Kita cukup berpikiran positif atas semua yang terjadi di hidup kita.

Pesan lain yang aku dapat adalah bahwa setiap orang punya alasan sendiri kenapa mereka memilih untuk menjadi dirinya yang sekarang, yang kita mungkin nggak akan pernah tau kenapa. That's why, kita nggak bisa asal ngejudge orang, karena pada dasarnya semua orang itu punya sisi baik.

Kita juga diingatkan untuk nggak memelihara dendam apalagi balas dendam karena balas dendam itu nggak ada gunanya dan cuman bakalan bikin dendam-dendam baru yang nggak akan ada putusnya kayak lingkaran setan.

Banyak pesan moral lain yang bisa diambil dari novel ini. Serius, ini recommended banget buat dibaca.

Sayangnya sih, kertasnya pake kertas burem, semoga kalo novel ini diterbitkan ulang, kertasnya udah pake kertas yang bagus yah, biar makin enak bacanya. Terus aku juga agak gregetan sama endingnya hehehe. Pengennya ada sekuel dari novel ini yang nyeritain tentang kehidupan mereka setelah SMA.

Tapi, itu semua nggak sebanding dengan cerita di novel ini yang keren banget parahhh. Kudu baca pokoknya. Kudu! Nggak bakalan nyesel deh. Aku aja habis selesai baca, rasanya mau baca lagi hehehe. Tapi nggak tau ya bukunya masih ada di pasaran atau nggak. Selamat mencari dan membaca!