Tuesday, 21 August 2018

Beberapa hari yang lalu (atau beberapa minggu yang lalu ya?) aku sempat pakai fitur terbaru snapgram untuk tanya ke temen-temen kira-kira maunya aku posting tentang apa di blog ini. Ada yang bilang "isi hati", ada yang bilang "cara menambah tinggi badan dengan baik dan benar", ada juga yang bilang "perjalanan kehidupan dari awal kuliah sampai sekarang dengan sedikit bumbu-bumbu".

Untuk yang "isi hati", bukan berarti nggak mungkin aku post di blog ini, tapi yang jelas apa yang aku tulis di sini insyaAllah semuanya dari hati yang paling dalam dan sejujur-jujurnya. Aku yakin kita semua pasti bisa merasakan yang mana tulisan yang berasal dari hati, yang mana yang nggak. Tapi, untuk hal-hal yang terlalu personal, mungkin cukup aku dan Allah aja yang tau ya. :)

Untuk yang "cara menambah tinggi badan dengan baik dan benar", percayalah, nggak akan pernah aku post. Karena kalau aku tau caranya, pasti sudah aku coba, nggak cuman aku post di sini. For your information, aku nggak tinggi, justru cenderung kecil apalagi kalo dibandingin dengan teman-temanku yang lain, ya bisa dibilang aku yang paling kecil. :)

Untuk yang "perjalanan kehidupan dari awal kuliah sampai sekarang dengan sedikit bumbu-bumbu", insyaAllah bakal aku coba buat tulis dan post di sini. Aku yakin kalau ditulis rinci, wah, bisa berseason-season nggak bakal selesai. Jadi, kalian yang sabar aja ya nunggunya. Mungkin nanti aku buat jadi beberapa part dan ada beberapa kejadian juga yang aku cut karena terlalu personal atau mungkin butuh izin dari yang bersangkutan buat dipost.

Untuk kali ini, aku pengen sedikit sharing tentang gimana aku manage keuanganku selama ini. Aku yakin tips-tips tentang menabung ini udah banyak dikasih sama yang lain, tapi izinkan aku buat ngeshare sedikit pengalaman aku dalam menabung. Yang aku yakin, nabung ini penting banget buat masa depan kita, apalagi kita kan nggak tau apa yang bakal terjadi di masa depan. Bisa jadi di masa depan semua harga jadi makin naik. Bisa jadi kita kena musibah yang buat kita harus menghabiskan uang dalam jumlah banyak.

Dari kecil, aku selalu diajarin buat nabung. Awalnya sih, dari uang jajan yang dibatesin, aku harus manage sendiri, gimana caranya aku bisa nyimpan uang untuk beli buku. Fyi, aku emang suka banget baca buku dari kecil, dan buat beli buku yang aku mau, aku harus pake uang tabunganku sendiri. Nah, kebiasaan itu terbawa terus sampai sekarang, apalagi sekarang nggak cuman dapat uang dari kiriman orangtua, tapi juga dari hasil kerja part-time ngelesin siswa-siswa SD dan SMA. Karena punya penghasilan sendiri ini, kadang suka kalap aja gitu kalau mau beli barang, apalagi kalau nggak dimanage dengan baik.

Uang yang aku dapat dari hasil kerja part-time itu aku bagi menjadi 5. Nah untuk pembagian ini sih, terserah ke masing-masing orangnya, disesuaikan sama tujuan dan keperluan. Kalau aku sih, karena kepengen banget bisa travelling dan umroh, jadi aku mengalokasikan hasil kerja part-timeku jadi 5 bagian, yaitu untuk travelling, untuk umroh, untuk disimpen di dompet (buat main, hehehe), terus untuk disimpan di bank (kudu punya simpanan pokoknya), dan jelas untuk sedekah. Karena biar bagaimanapun, hasil yang kita dapatkan di dalamnya ada bagian untuk orang lain yang membutuhkan.

Nah, dari sana, karena selalu ada simpanan lain di bank, waktu aku nggak ada uang dan lagi butuh banget, aku bisa pakai uang yang ada di bank. Tapi, ya jangan sering-sering juga, karena suatu saat uang itu bisa habis. Biasanya sih, aku bikin strategi juga buat berhemat. Berhemat di sini bukan berarti nggak bisa beli barang yang dimau, nggak bisa makan yang harganya lumayan mahal. Tapi, cukup tau waktunya aja kapan bisa beli barang yang dimau, kapan bisa makan di tempat yang harganya lumayan mahal. Jadi, nggak setiap saat. Kalau memang keuangan lagi baik (ini tergantung dengan situasi dompet), ya bisa beli barang yang dimau, kalau nggak, ya kudu pikir-pikir lagi, kita butuh barang itu atau nggak. Kalau nggak dan bisa ditunda pembeliannya, ya mending ditunda dulu aja. Untuk makan yang harganya lumayan juga gitu, ya biasanya sih sebulan sekali pasti bisa lah makan di tempat yang harganya lumayan, hehehe, sekedar untuk menyenangkan hati. Karena aku orangnya lebih suka ngegunain uang buat makan daripada buat hal-hal lain.

Selain berhemat, kita juga harus tau pemasukan kita tuh dari mana aja sih, apa cuman dari orangtua, atau kita juga punya penghasilan sendiri. Biar kita bisa bikin strategi untuk menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran kita. Kita bisa mengukur pengeluaran kita biar nggak lebih besar daripada pemasukan kita. Jadi, bisa kita seimbangkan gitu lah ya. Kalau pemasukan kita nggak seberapa besar, ya berarti kudu lebih banyak lagi nabungnya kalau mau beli barang yang harganya lumayan tinggi. Karena biar bagaimanapun kita harus mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Tentunya, kita juga punya opsi lain yaitu dengan kerja semakin keras biar uang yang kita dapatkan juga lebih besar. Jadi, uang yang terkumpul bisa semakin banyak.

Tips terakhir nih, SABAR. Serius deh, ini tips yang penting banget. Karena ketika kita nggak sabar, wah bisa ludes dalam waktu sekian detik doang itu uang yang udah kita dapatkan dengan susah payah. Kita harus bisa sabar menunggu sampai tabungan kita cukup untuk membeli barang yang kita mau. Kita harus bisa nahan nafsu buat belanja, apalagi biasanya ya, aku kalau lagi stres gitu sukanya belanja buat jadi pelampiasan. Nah hayo ngaku, siapa yang sukanya gitu juga? Hahahaha. Hal kayak gitu nggak buruk kok, yang penting tau situasi aja dan jangan sering-sering stres, biar nggak sering-sering belanja.

Intinya nih, sebisa mungkin kita manage keuangan kita, jangan sampai uang di bank itu terpakai untuk hal-hal yang seharusnya bisa kita tunda. Karena mungkin aja di kemudian hari, kita butuh uang yang jumlahnya banyak. Contohnya, buat nikah, mulai dari persiapannya, nikahnya, sampai setelah nikahnya. Pasti bakal banyak banget keperluan yang harus dipenuhi dan itu membutuhkan uang yang jumlahnya nggak sedikit. Yaa, ini bisa jadi bahan pertimbangan ya, buat temen-temen yang masih belum menikah (aku juga termasuk) buat ngegunain uang secara bijak. Ingat, kita butuh uang buat nikah dan berkeluarga!

Segini dulu sharing dari aku. Semoga bermanfaat. Buat yang punya tips lain, bisa comment langsung di post ini. Mau ngasih saran content apa lagi yang perlu aku buat juga boleh langsung comment. Terima kasih semuanya, semoga hidup kita semua penuh kebahagiaan.

Jurnal Inspirasi . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates