Friday, 9 November 2018

Halo!

Sebenernya, hari ini mau cerita tentang temen-temen aku yang selama 22 tahun ini selalu menemani aku, entah itu dari deket, maupun dari jauh. Tapi, tiba-tiba aku mengurungkan niat. Bukan apa-apa. Rasanya kalau terekspos semua, seluruh ceritanya jadi nggak spesial. Cukup rasanya kisah itu disimpan oleh orang-orang yang berkaitan.

Jadi, sebagai gantinya, hari ini aku mau sharing tentang gimana cara aku belajar selama ini.

Dari kecil, aku udah deket banget sama yang namanya buku. Hampir setiap minggu harus ke toko buku. Kadang bahkan cuman liat-liat aja, nggak beli. Waktu kecil, aku nggak suka baca komik. Alasannya apa? Tulisannya kecil-kecil dan jarang karena banyak gambar. Aku sendiri baru suka baca komik pas SMP.

Nah, kalian boleh sebut aku kutu buku. Aku suka baca buku apa aja, genre apa aja, terutama novel. Tapi, apa yang aku beli nggak cuman sebatas novel, kadang aku juga suka beli buku ringkasan materi, buku soal-soal, buku rumus-rumus, ensiklopedia, RPUL. Itu berlanjut terus dari aku SD sampai SMA.

Jadi, di samping buku pelajaran, aku suka belajar sendiri dengan buku-buku yang aku punya itu. Kalau aku nggak paham, terus ada PR, aku bakalan nyari penyelesaiannya dari buku pelajaran dan buku-buku lain yang relevan. Contohnya, waktu ada PR matematika dan aku nggak tau gimana cara ngerjainnya, aku bakalan buka semua buku, mulai dari buku pelajaran, buku catatan sekolah, buku rumus matematika. Nah terus aku bakalan cari contoh soal dari yang paling sederhana dan aku coba kerjakan pelan-pelan sampai aku paham. Terus baru aku balik lagi ke soal PR dan coba ngerjain soalnya. Kalo udah mentok, aku bakalan tanya papaku.

Terus waktu SD, selain belajar sama papaku, aku juga les privat. Itu lumayan membantu. Biasanya, aku sudah ngerjain soal duluan, jadi waktu les, guru privatnya yang ngecek apakah ada yang salah atau nggak. Terus kalau ada satu atau dua nomor yang aku nggak tau gimana cara ngerjainnya, baru deh aku tanyain pas les. Waktu itu aku cuman les matematika sama IPS. Tapi, yang IPS cuman sebentar karena guru lesnya menikah. Yang matematika sendiri berlanjut sampai aku kelas 5 SD. Selanjutnya, setelah aku nggak les, aku belajar sendiri dari buku-buku yang ada.

Kebiasaan yang lainnya adalah aku suka bahas soal yang aku nggak bisa atau aku ragu sampai aku dapat jawabannya. Kadang waktu masih dalam perjalanan pulang dari sekolah, aku bakalan tanya langsung ke papaku. Kalau masih belum dapat jawabannya, aku bakalan cari terus sampai dapat. Kebiasaan ini terus berlangsung sampai sekarang bahkan. Jadi, kalau ada sesuatu yang mengganggu pikiranku, aku bakalan langsung cari tau jawabannya sampai dapat.

Selain itu, kadang-kadang aku belajar materi yang setingkat lebih tinggi dari tingkatku saat itu. Contohnya, waktu SD, udah kelas 6, aku sedikit-sedikit belajar materi SMP, begitu pun waktu aku mau masuk SMA, aku sedikit-sedikit belajar materi SMA. Itu lumayan membantu untuk mempercepat adaptasi di tingkat selanjutnya yang bakalan aku tempuh.

Kok nggak ada peran internet sama sekali sih dari tadi? Cuman belum disebutkan aja. Jadi, dulu waktu udah ngerti gimana canggihnya google, aku juga suka nyari-nyari referensi dari google. Kadang kalo udah kepepet nggak tau jawaban dari soal PR, ya aku langsung cari di google. TAPI, nggak sebatas nyontek jawaban yang ada. Aku pahami dulu, kenapa bisa sampai jawabannya kayak gitu. Setelah aku paham, baru deh aku kerjakan lagi tanpa ngeliat jawaban yang aku temukan di google.

Beberapa orang mungkin merasa aku nggak pernah belajar di rumah. Ya, itu memang benar adanya. Kalau di rumah aku lebih suka baca novel atau komik, atau ngelakukan hal-hal lain selain belajar dari buku pelajaran. Tapi, dengan catatan, semua PR sudah kelar dan kalau ada ulangan besoknya, aku sudah bener-bener siap dan sudah belajar untuk ulangan itu. Aku sendiri termasuk tipe orang yang belajarnya di sekolah, di rumah ya waktunya refreshing. Karena aku sekolah dari pagi sampai sore dan itu bener-bener melelahkan dan bikin pusing kepala. Kadang-kadang juga bikin jenuh. Makanya kalau di sekolah aku fokus untuk belajar sampai tuntas, sampai paham. Aku usahakan meminimalisir hal-hal yang aku nggak paham, jadi yang aku perlu pelajari lagi di rumah itu nggak banyak. Aku juga mengusahakan mencatat selengkap-lengkapnya dari apa yang ada di papan tulis/slide ditambah dengan keterangan-keterangan dari penjelasan guru. Itu makanya kalau lagi di sekolah dan waktu pelajaran kalau ada yang ribut, aku suka bete kadang-kadang. Soalnya, penjelasan guru bisa jadi ada yang terluput dari pendengaranku.

Waktu kuliah pun, aku tetap mencatat. Tapi pas kuliah cara belajarku harus lebih ditingkatkan lagi, karena aku nggak bisa cuman belajar pas di kampus. Kenapa? KARENA SUKA NGGAK NGERTI SAMA APA YANG DIOMOGIN DOSEN. Materinya terlalu abstrak untuk dicerna, temen-temen. Jadi, aku harus belajar lagi di kos untuk mengejar ketertinggalan walaupun ternyata juga yaaaaa tetap susah. Terus waktu kuliah juga lumayan sering belajar bareng temen, dibanding waktu SD-SMA dulu. Tapi, tetep, aku merasa lebih mudah dan lebih konsentrasi kalau belajar sendiri. So, setiap habis belajar bareng pun, aku harus ngulag lagi sendiri di kos sampai bener-bener paham.

Menurutku, gimana cara kita belajar, itu tergantung diri kita sendiri. Coba kenali dulu karakter kita, apa yang lebih mudah ditangkap oleh otak, terus dengan cara apa (apakah dengan mendengar, melihat, mencatat, memeragakan, atau yang lainnya). Kalau kita sudah kenal dengan diri kita sendiri, insyaAllah kita bakalan lebih mudah buat nyari tau gimana cara belajar kita. Aku juga nggak menampik bahwa cara belajar itu sendiri bisa berbeda tergantung dengan apa yang sedang dipelajari. Misalkan, cara belajarku untuk belajar matematika dan biologi jelas berbeda. Untuk matematika, aku lebih sering latihan soal, sedangkan untuk biologi aku bakalan ngerangkum semua materi yang ada, walaupun itu harus berlembar-lembar.

Jadi, kira-kira segini dulu sharingnya hari ini. Semoga bermanfaat. Semoga kalian semua bisa dengan segera menemukan cara belajar yang tepat. Oh iya, satu hal lagi, cara belajar tiap orang berbeda-beda. Bisa jadi cara belajarku nggak cocok untuk kalian, tapi kalau kalian merasa perlu mencoba, silakan. See you next time, guys! Semoga sukses untuk kita semua!

Jurnal Inspirasi . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates