Kok aku nggak ngerti-ngerti sih?
Oke, di postingan sebelumnya, aku sudah sharing cara belajar. Tapi, kadang kita udah belajar mati-matian dan tetep nggak ngerti sama materinya. Di sini aku mau sharing terkait beberapa hal yang aku rasakan jadi kendala buat ngerti suatu materi.
Pertama, bisa jadi, cara kita belajar belum tepat. Misalkan, kita belajar matematika dengan menghafal rumus aja, tapi nggak kita aplikasikan ke dalam soal. Kemungkinan besar itu nggak efektif, temen-temen. Karena soal bisa bermacam tipenya dan inti dari matematika sendiri menurutku bukan sekedar hapal rumus, tapi juga paham konsep dan rumusan masalahnya, serta gimana cara berpikir kita. Ketika kita hapal rumus, tapi kita nggak paham rumus itu diaplikasikan untuk apa, ya sudah, ucapkan selamat tinggal. Begitu juga ketika kita nggak paham rumusan masalahnya, kita justru nggak tau rumus mana yang harus kita pake.
Selain itu, bisa jadi nggak tepat karena memang kita belum mengenal diri kita. Ada yang bisa hapal dengan cepat dengan mendengarkan, ada juga yang dengan tulisan, dan lain-lain, masih banyak lagi macemnya. Nah, bisa jadi, kita sebenernya lebih cepet paham dengan mendengar, tapi kita justru lebih fokus mencatat. Alhasil apa yang kita dapatkan jadi nggak optimal.
Selanjutnya adalah apa yang sudah tertanam di pikiran kita tentang materi itu. Ketika kita sudah memandangnya sebagai hal yang sulit tanpa dibarengi semangat untuk memecahkan kesulitan tersebut, akan terasa lebih susah ketika kita mempelajarinya. Karena yang sudah tertanam adalah sulit, sulit, dan sulit. Coba pikirkan, gimana kalau kita justru mengubah hal yang kita anggap sulit itu menjadi hal yang mudah? Pasti bakal seneng waktu belajarnya dan jadi mudah nyantol juga materinya ke otak. Terus, gimana kalau kita berpikir seperti ini, karena itu sulit, jadi pasti asik buat dipelajari? Pemikiran kayak gitu bisa jadi membantu untuk orang-orang yang suka tantangan. Tapi, orang yang nggak suka tantangan pun bisa kok. Intinya, kita fokus bukan pada masalahnya (dalam hal ini : 'materinya sulit'), tapi fokus pada solusinya (dalam hal ini : 'berarti harus belajar lebih giat'). Ubah segala kesulitan itu menjadi energi untuk menghadapinya dan menyelesaikannya.
Terus bisa jadi juga karena nggak suka dengan pelajarannya atau nggak suka sama yang ngajar. Menurutku ini sangat sangat berpengaruh. Terutama ke semangat belajar. Kita jadi lebih males belajar kalau kita nggak suka sama materinya, sama siapa yang ngajar. Tapi, akan berbeda kalau kita suka sama apa yang lagi kita pelajari atau suka dengan yang ngajar, karena mungkin ngajarnya enak, simple, friendly, dll. Itulah sebisa mungkin, kita cari apa yang kita sukai dari pelajaran tersebut, supaya kita juga enjoy belajarnya. Kalau ternyata tetep nggak bisa suka? Oke, gimana kalau 'kita belajar karena kita butuh'?
Last but not least, mungkin kita kurang ibadahnya. Kalau ini tergantung kepercayaan sih. Tapi, aku percaya bahwa semakin rajin kita beribadah, semakin rajin kita baca Al-Qur'an, insyaAllah Allah bakal memudahkan kita untuk menyerap ilmu.
Untuk topik kali ini sekian dulu, temen-temen. Semoga bermanfaat. Mungkin kendala-kendala di atas yang sudah disebutkan masih kurang atau terlihat kurang kompleks. Tapi, semoga membantu temen-temen semua untuk menemukan solusinya bagi yang merasakan hal-hal yang sudah aku tulis di sini. Yang perlu diinget adalah, jangan memandang rendah diri kita sendiri. Kita bisa, kalau kita mau usaha keras. Tetap semangat!
Pertama, bisa jadi, cara kita belajar belum tepat. Misalkan, kita belajar matematika dengan menghafal rumus aja, tapi nggak kita aplikasikan ke dalam soal. Kemungkinan besar itu nggak efektif, temen-temen. Karena soal bisa bermacam tipenya dan inti dari matematika sendiri menurutku bukan sekedar hapal rumus, tapi juga paham konsep dan rumusan masalahnya, serta gimana cara berpikir kita. Ketika kita hapal rumus, tapi kita nggak paham rumus itu diaplikasikan untuk apa, ya sudah, ucapkan selamat tinggal. Begitu juga ketika kita nggak paham rumusan masalahnya, kita justru nggak tau rumus mana yang harus kita pake.
Selain itu, bisa jadi nggak tepat karena memang kita belum mengenal diri kita. Ada yang bisa hapal dengan cepat dengan mendengarkan, ada juga yang dengan tulisan, dan lain-lain, masih banyak lagi macemnya. Nah, bisa jadi, kita sebenernya lebih cepet paham dengan mendengar, tapi kita justru lebih fokus mencatat. Alhasil apa yang kita dapatkan jadi nggak optimal.
Selanjutnya adalah apa yang sudah tertanam di pikiran kita tentang materi itu. Ketika kita sudah memandangnya sebagai hal yang sulit tanpa dibarengi semangat untuk memecahkan kesulitan tersebut, akan terasa lebih susah ketika kita mempelajarinya. Karena yang sudah tertanam adalah sulit, sulit, dan sulit. Coba pikirkan, gimana kalau kita justru mengubah hal yang kita anggap sulit itu menjadi hal yang mudah? Pasti bakal seneng waktu belajarnya dan jadi mudah nyantol juga materinya ke otak. Terus, gimana kalau kita berpikir seperti ini, karena itu sulit, jadi pasti asik buat dipelajari? Pemikiran kayak gitu bisa jadi membantu untuk orang-orang yang suka tantangan. Tapi, orang yang nggak suka tantangan pun bisa kok. Intinya, kita fokus bukan pada masalahnya (dalam hal ini : 'materinya sulit'), tapi fokus pada solusinya (dalam hal ini : 'berarti harus belajar lebih giat'). Ubah segala kesulitan itu menjadi energi untuk menghadapinya dan menyelesaikannya.
Terus bisa jadi juga karena nggak suka dengan pelajarannya atau nggak suka sama yang ngajar. Menurutku ini sangat sangat berpengaruh. Terutama ke semangat belajar. Kita jadi lebih males belajar kalau kita nggak suka sama materinya, sama siapa yang ngajar. Tapi, akan berbeda kalau kita suka sama apa yang lagi kita pelajari atau suka dengan yang ngajar, karena mungkin ngajarnya enak, simple, friendly, dll. Itulah sebisa mungkin, kita cari apa yang kita sukai dari pelajaran tersebut, supaya kita juga enjoy belajarnya. Kalau ternyata tetep nggak bisa suka? Oke, gimana kalau 'kita belajar karena kita butuh'?
Last but not least, mungkin kita kurang ibadahnya. Kalau ini tergantung kepercayaan sih. Tapi, aku percaya bahwa semakin rajin kita beribadah, semakin rajin kita baca Al-Qur'an, insyaAllah Allah bakal memudahkan kita untuk menyerap ilmu.
Untuk topik kali ini sekian dulu, temen-temen. Semoga bermanfaat. Mungkin kendala-kendala di atas yang sudah disebutkan masih kurang atau terlihat kurang kompleks. Tapi, semoga membantu temen-temen semua untuk menemukan solusinya bagi yang merasakan hal-hal yang sudah aku tulis di sini. Yang perlu diinget adalah, jangan memandang rendah diri kita sendiri. Kita bisa, kalau kita mau usaha keras. Tetap semangat!